blog yang berisi tentang semua hal tentang indonesia, mulai dari budaya,kuliner,tempat wisata, tokoh, fauna.

Showing posts with label jember. Show all posts
Showing posts with label jember. Show all posts

Saturday, 11 April 2015

Nusa Barong, Surga Terluar Indonesia yang Harus Dijaga


Pulau Nusa Barong namanya, Pulau yang Memiliki luas sekitar 6100 hektar dan berada di samudra hindia ini kini mulai diminati wisatawan. Keindahan alamnya yang mirip dengan Phi Phi Island di Phuket ini membuat banyak orang ingin merasakan Phi Phi Island tanpa harus pergi jauh jauh ke Thailand. Pantai dan alamnya sangat menakjubkan. Sehingga membuat public tidak mengetahui bahwa surga yang satu ini adalah cagar alam yang harus dijaga dari tangan jahil manusia.


Sadar akan pentingnya fungsi cagar alam, BKSDA Jember belum menjadikan pulau Nusa Barong sebagai tempat wisata. Meskipun banyak tawaran yang masuk untuk menjadikan pulau tersebut sebagai bagian paket wisata. namun BKSDA jember lebih memilih memperhatikan konservasi daripada profit yang dapat diambil dari pulau tersebut.

Cagar Alam Pulau Nusa Barong sangat kaya akan flora & fauna maupun ekosistemnya. Terdapat empat ekosistem di pulau ini. Antara lain adalah ekosistem pantai, hutan hujan dataran rendah, hutan rawa, dan hutan payau. Sedangkan untuk fauna & floranya , terdapat 20 spesies hewan yang menghuni dan 16 spesies tumbuhan yang tumbuh di pulau ini. Karena kekayaannya tersebut mengakibatkan mengundang niat jahat manusia. Banyak pemburu yang masuk untuk berburu rusa disini. Hingga akhirnya




Pada tahun 1920 belanda menjadikan pulau Nusa Barong sebagai kawasan cagar alam, hingga kini pulau tersebut masih menjadi cagar alam dan tidak di jadikan tempat wisata. Letaknya yang berada di samudra hindia menjadikan pulau ini salah satu pulau terluar Indonesia. kedaulatan Negara akan terganggu jika terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh manusia.

Untuk menuju Nusa Barong pengunjung harus berhadapan dengan ombak laut yang ganas. Butuh waktu sekitar 2,5 jam perjalanan menggunakan sampan atau jukung untuk sampai ke lokasi. Itupun harus dengan kondisi air laut yang tenang. Sulitnya menjangkau cagar alam Nusa Barong tidak menyurutkan niat pengunjung datang ke tempat tersebut.

Pengunjung di tempat ini mempunyai niatan yang berbeda beda. Ada yang berlindung dari badai, ada yang berwisata dan ada yang ingin mencuri flora atau fauna pulau ini. Pengunjung dengan niatan terakhir yang membuat BKSDA kewalahan menghadapi kelakuannya. Pada tahun 2011 ada dua kasus pencurian telur penyu yang berhasil di bongkar. Lokasinya berada di kota Batu dan kecamatan Puger, Jember. Petugas berhasil mengamankan dua ribu butir telur penyu. Saat di Tanya oleh petugas, Pelaku mengaku mendapatkan telur tersebut daric agar alam pulau Nusa Barong.


Lokasinya yang sulit dijangkau dan biaya transportasi yang mahal membuat petugas kesulitan melakukan pengawasan yang intensif. Petugas juga sudah melakukan cara untuk menjaga pulau tersebut dengan cara mendirikan pos, namun pos tersebut hancur terkena ombak. Hingga akhirnya petugas menjaga cagar alam Nusa barong dengan system berkemah. Penjagaan akan diketatkan pada bulan disaat penyu bertelur. Namun ada saja pencuri yang nekat datang ke pulau ini dengan cara berenang .

Meskipun Cagar Alam Nusa Barong ditutup untuk umum, tidak menutup kemungkinan pulau ini bisa dibuat untuk wisata. Namun wisatanya bukan wisata yang komersil melainkan wisata penelitian. BKSDA mengizinkan pengunjung yang akan melakukan penelitian di pulau ini. jadi masih ada harapan untuk berkunjung ke tempat ini.

Terimakasih atas kunjungannya, semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Mari kita jaga alam Indonesia. jangan merusaknya.
Share:

Friday, 27 March 2015

Pantai Payangan, 4 Pantai 3 Bukit dan 1 Pulau

Jember tidak hanya memiliki pantai papuma atau watu ulo saja. Ada satu lagi pantai yang bagus tapi sayang tidak terawat. Payangan itulah namanya. Pantai ini merupakan pantai para nelayan. Jadi anda bisa membeli hasil tangkapan ikan secara langsung di nelayan. Pantai ini masih sepi, hanya ada para nelayan yang berlalu lalang menangkap ikan.

pantai payangan jember


Pantai payangan sangat unik karena mempunyai 4 pantai 3 bukit dan 1 pulau. Keindahan pantai ini terletak pada sinar sunsetnya. Ketika hari menjelang malam dan sang surya mulai tenggelam. Pantai ini akan terasa sangat indah. 3 bukit yang diselimuti oleh padang rumput yang berwarna kuning bersatu padu dengan warna sunset.  Warna pasir disini berwarna hitam dan sangat cocok bagi anda yang ingin bermalam disini untuk berburu sunrise di pagi hari.

Pantai ini terletak di dusun payangan desa semberejo kecamatan ambulu, jember, jawa timur. Penduduk sekitar pantai berprofesi sebagai nelayan. Pada bulan suro, nelayan akan mengadakan upacara petik laut dan dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit.

Untuk menuju lokasi bisa di tempuh menggunakan mobil ataupun sepeda motor. Harga parkir di pantai Payangan Cuma Rp 3500 untuk sepeda motor dan Rp 5000 untuk Mobil. Jika anda ingin naik kendaraan umum, belum tersedia. Tapi ada ojek yang bisa mengantarkan kesana. Atau anda bisa ikut kendaraan yang menuju ke lokasi.

Rute menuju pantai payangan, jika anda dari kota ambil arah ke ambulu. Sampai di perempatan ambulu ambil arah menuju selatan dan ikuti arah ke watu ulo. Lurus saja sampai mentok sampai di pantai payangan. Sesampainya di lokasi anda akan dibuat bingung, karena disini terdapat 3 pantai. Di pantai bagian utara terdapat pantai yang melengkung dan memiliki pasir hitam. Sedangkan yang ditengah pantainya memiliki bebatuan yang cantik. Dan yang sebelah selatan terdapat padang sabana yang sering digunakan pengunjung untuk berkemah. Serta ada banyak perahu nelayan yang tertata rapi.


Jangan khawatir masalah fasilitas. Di pantai ini sudah disediakan beberapa fasilitas seperti toilet, tempat parkir, tempat kamping, dan warung yang menjual makanan dll. Fasilitas itu semua yang menyediakan adalah warga setempat. Andai saja pemerintah mau mengelolahnya dengan baik pasti pantai ini akan terkenal seperti pantai pantai yang lainnya di jember.

berikut foto foto di pantai payangan


pantai payangan jember


Share:

Monday, 23 March 2015

Wah Ada Kafe di Bawah Kolong Jembatan Jember

Siapa sangka? Kolong jembatan yang terkesan kumuh dan bau disulap menjadi sebuah kafe yang elegan, modern dan unik . Inilah yang dilakukan kampret ( julukan yohanes) dan hari rekannya. Pada mulanya yohanes ingin memiliki warung kopi sendiri untuk nongkrong nongkrong. Namun warung kopinya beda dari yang biasanya. Ide pertama yohanes ingin mendirikan kedai di tepi sungai bedadung. Namun resiko yang terlalu tinggi dan biaya sewa yang mahal mengurungkan niat yohanes untu mendirikannya disana.

Kafe Kolong Jember


Ide kedua muncul ketika yohanes singgah di kolong jembatan mastrip. Mengapa tidak memanfaatkan tempat ini untuk dijadikan kafe. Akhirnya yohanes mempunyai tekat yang bulat untuk mendirikan kafe di tempat ini. Pada mulanya kolong jembatan tersebut kumuh, karena tempat ini digunakan pemulung untuk menyimpan barang barangnya. Setelah mendekati pemulung dan mengutarakan niatnya. Akhirnya para pemulung bersedia untuk memindahkan barang barangnya.

Selain itu, kolong jembatan ini mempunyai image yang negative bagi masyarakat karena ditempat ini sering dijadikan tempat mabuk mabukan dan tingkat kejahatan lainnya. Sehingga orang enggan pergi kesana. Ketika yohanes ingin mengubah kolong tersebut menjadi sebuah kafe warga sekitar malah menolaknya karena takut membuat tempat tersebut semakin buruk dan  mengundang banyak perbuatan perbuatan negative lainnya. Hal ini menjadi tantangan terbesar bagi yohanes, selain harus meyakinkan warga bahwa kafenya tidak untuk perbuatan negative, dia juga harus merubah mindset pengunjung tentang kolong jembatan yang terksesan kumuh.

Setelah berbicara kepada ketua RT dan mengutarakan idenya akhirnya yohanes diizinkan membuka kafe disana dengan syarat kafenya harus terang benerang, Tidak remang remang. Hehe. Perlahan tapi pasti, Kafe Kolong pun mulai menarik perhatian orang. Lokasinya yang unik membuat orang bertanya Tanya kenapa kedainya berada di kolong jembatan. Meskipun tempatnya di kolong jembatan. Namun desainnya yang unik  dan penataan ruangnya terkesan modern.

Pada awalnya kafe yang mempunyai jargon “be inspired at Kafe Kolong “ ini bernama Kolong CafĂ© huis. Nama yang berbau belanda. Namun karena sulit menghafalnya nama pun diganti sesederhana mungkin. Menjadi Kafe Kolong. Satu aturan ketat yang tidak boleh dilanggar di tempat ini adalah membawa minuman beralkohol. Kafe ini sangat mengharamkan pengunjungnya untuk membawa minuman beralkohol.

Menu yang ada di Kafe Kolong cukup bervariasi. Untuk minuman Kafe ini menyediakan kopi dari berbagai daerah yang diracik sendiri, susu segar, the hijau jawa barat, kapulaga, dan kopi tubruk khas kolong jembatan sedangkan menu makanannya ada kentang goreng dan soup yang memiliki cita rasa berbeda dengan yang lainnya. Harganya pun harga kantong mahasiswa. Hal ini yang membuat kafe ini dikunjungi oleh banyak mahasiswa untuk sekedar berdiskusi, nongkrong, ataupun rapat. Selain mahasiswa ada juga karyawan yang habis pulang kerja menyempatkan diri ngopi disini.

Kafe Kolong Jember


Kafe ini buka mulai jam 4 sore sampai jam 4 dinihari. Tapi karena energi pelayan yang terbatas membuat kafe ini tutup jam 2 dinihari pada hari libur dan jam 1 dinihari saat hari biasa. Rata rata jumlah pengunjung perhari mencapai 200 orang. Dan hari yang paling ramai pengunjung adalah rabu, kamis, jumat. Menurut yohanes sang pemiliki kafe. Omzet yang ia dapat tidak terlalu besar. Karena pengunjung hanya lama nongkrong.


Tertarik mengunjungi Kafe Kolong ini. Datang saja di bawah jembatan sungai Bedadung, jalan Mastrip, di daerah dekat kampus Universitas Negeri Jember.
Share:
Copyright © Asli Indonesia | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com